Jakarta – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI, Ahmad Haikal Hasan, secara resmi membuka Forum Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Forum yang dihadiri delegasi dari tiga negara ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi pengembangan ekosistem dan industri halal di kawasan melalui sinergi antarpemerintah, dunia usaha, akademisi, dan para pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa industri halal saat ini telah berkembang menjadi salah satu sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas perdagangan, memacu inovasi, serta memberdayakan masyarakat secara inklusif.
"Industri halal telah menjadi sektor penting dengan potensi signifikan untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, perluasan perdagangan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat lintas agama," ujar Babe Haikal, sapaan akrab Ahmad Haikal Hasan.
Menurutnya, pengembangan industri halal tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen Muslim, tetapi juga telah menjadi standar kualitas yang memberikan nilai tambah bagi produk dan jasa. Karena itu, penguatan ekosistem halal perlu dilakukan melalui kerja sama antarnegara kawasan agar mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Pada kesempatan tersebut, Babe Haikal juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama halal dalam kerangka IMT-GT sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem halal regional yang terintegrasi, kompetitif, dan berkelanjutan.
"Indonesia sepenuhnya berkomitmen untuk mendukung dan memperkuat kerja sama halal di kawasan ini dalam kerangka IMT-GT, sembari terus mempromosikan kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan pengembangan yang saling menguntungkan di antara negara-negara anggota," katanya.

Ia meyakini kolaborasi yang semakin erat antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand akan membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri halal kawasan, mulai dari peningkatan perdagangan, investasi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga inovasi produk dan layanan halal yang berdaya saing global.
"Kami percaya bahwa kolaborasi yang lebih kuat antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand akan menciptakan peluang besar bagi ekosistem halal kita dan berkontribusi pada pertumbuhan industri halal yang inklusif dan berkelanjutan," lanjut Babe Haikal.

Senada dengan Kepala BPJPH, Chair of IMT-GT WGHAPAS Meeting, Nor Hasnah Badroddin, yang juga menjabat sebagai Senior Director Industry Environmental, Social and Governance, Ministry of Investment, Trade, and Industry (MITI) Malaysia, menyatakan bahwa forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas negara dalam mendorong pertumbuhan industri halal yang berdaya saing global, sekaligus mempertegas posisi kawasan IMT-GT sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi halal dunia.
"Kami menyampaikan apresiasi tulus kami kepada tuan rumah kami yang terhormat, Republik Indonesia, khususnya kepada Bapak Haikal dan timnya di BPJPH, atas penyelenggaraan pertemuan penting ini dan atas keramahan mereka yang hangat." ungkapnya.
"Melalui kolaborasi Indonesia, Malaysia, dan Thailand, kita dapat memperkuat rantai nilai halal lintas negara, membuka peluang lebih besar bagi UMKM, serta menjadikan kawasan IMT-GT sebagai pusat industri halal yang berdaya saing global, inklusif, dan berkelanjutan. Kita perlu memastikan strategi yang telah disusun benar-benar diwujudkan menjadi aksi nyata." ujar Nor Hasnah.
Ia juga mengajak seluruh delegasi untuk memastikan pertemuan ini menghasilkan langkah-langkah konkret yang jelas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh negara anggota. []
