Jakarta — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat basis data nasional yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), khususnya dalam pertukaran dan pemutakhiran data yang relevan dengan pengembangan ekosistem halal nasional.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyampaikan bahwa pengelolaan data yang terintegrasi menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, termasuk dalam mendukung implementasi kewajiban sertifikasi halal yang semakin luas.
“Kita turut serta dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Kami juga terus bersinergi dengan BPS, termasuk saling mengupdate, saling bertukar, dan memperbaharui data, agar kebijakan yang dihasilkan semakin akurat dan berdampak bagi pengembangan ekosistem halal.” ujar Ahmad Haikal Hasan saat menerima kunjungan kerja Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Lebih lanjut, Kepala BPJPH yang akrab disapa Babe Haikal, mengatakan bahwa momentum sensus merupakan peluang strategis untuk memperkuat pemetaan pelaku usaha halal di Indonesia. Sebagai bagian dari dukungan konkret, pihaknya akan mengerahkan sekitar seratus duapuluh empat ribu orang pendamping PPH untuk berperan membantu proses pemutakhiran data di lapangan.










