Jakarta — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus memperluas jejaring kerja sama internasional dalam rangka memperkuat ekosistem halal global. Hari ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama jaminan produk halal berupa Recognition Agreement (RA) antara BPJPH dan Muslim Religious Union in Poland (Muzulmanski Zwiazek Religijny w Rzeczypospolitej), di Kantor BPJPH, Jakarta, Rabu (18/6/2026).
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dan Chairman Muslim Religious Union in Poland Mufti Tomasz Miśkiewicz, disaksikan oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Polandia untuk Republik Indonesia, Barbara Szymanowska.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat mekanisme pengakuan sertifikat halal sebagai bagian dari penyelenggaraan Jaminan Produk Halal di Indonesia. Melalui kerja sama ini, BPJPH dan lembaga halal Polandia dapat memperkuat sinergi dalam penerapan standar halal, pertukaran informasi, serta penguatan kerja sama produk halal di antara kedua negara.
Lebih lanjut, Kepala BPJPH yang akrab disapa Babe Haikal mengatakan bahwa halal saat ini telah mengalami transformasi dan tidak lagi dipahami sebagai sesuatu yang eksklusif bagi umat Islam saja. Halal telah menjadi standar universal yang digunakan oleh siapa saja.
"Halal saat ini telah mengalami transformasi besar. Halal tidak lagi dipahami sebagai sesuatu yang eksklusif untuk umat Islam semata, tetapi telah menjadi nilai yang inklusif dan relevan bagi semua kalangan. Halal untuk semua. Halal is for all," ujar Babe Haikal.
Babe Haikal menambahkan bahwa di berbagai negara, halal kini dipandang sebagai simbol kualitas, kesehatan, kebersihan, dan keberlanjutan.
"Di Eropa, banyak pihak memandang halal sebagai produk premium atau elite food. Di Amerika Serikat, halal dipandang sebagai simbol kesehatan. Di Korea, halal identik dengan standar kebersihan dan kualitas. Karena itu, halal bukan hanya untuk sebagian kelompok, melainkan untuk semua orang. Halal for everyone, halal for everybody," lanjutnya.
Babe Haikal juga menegaskan bahwa industri halal telah berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi global yang sangat besar. Di Indonesia sendiri, rantai pasok halal pada triwulan 3 tahun lalu menyumbang kontribusi signifikan terhadap PDB nasional.
"Industri halal bukan sekadar bisnis besar, tetapi telah menjadi giant business (bisnis raksasa). Kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia sangat signifikan. Dalam sembilan bulan pertama tahun berjalan saja, sektor halal telah memberikan kontribusi sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional," katanya.
Melalui kerja sama ini, BPJPH dan Muslim Religious Union Polandia diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sistem jaminan produk halal, meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk halal Indonesia, serta mendukung penguatan perdagangan dan investasi halal antara Indonesia dan negara-negara Eropa. Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya BPJPH dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat halal dunia. []











