Jakarta — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) hari ini menerima kunjungan pemerintah Maroko. Pertemuan membahas akselerasi implementasi kerja sama di bidang jaminan produk halal sebagai tindak lanjut Mutual Recognition Agreement (MRA) kedua negara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perdagangan bilateral kedua negara, sekaligus memperluas akses pasar produk halal, serta mendukung pengembangan ekosistem halal global.
Delegasi Maroko dipimpin oleh Secretary of State to the Minister of Industry and Trade, in charge of Foreign Trade Omar Hejira, didampingi Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini. Hadir pula pimpinan lembaga halal Institut Marocain de Normalisation (IMANOR), Kementerian Industri dan Perdagangan Maroko, Association Marocaine des Exportateurs (ASMEX), Fédération Nationale de l'Agro-Alimentaire (FENAGRI), Agence Marocaine de Développement des Investissements et des Exportations (AMDIE), Morocco Foodex, serta sejumlah perwakilan industri Maroko.
Dalam pertemuan tersebut, Omar Hejira menyampaikan harapannya agar kerja sama Indonesia dan Maroko segera diwujudkan melalui langkah-langkah implementatif, khususnya percepatan tindak lanjut Mutual Recognition Agreement (MRA) dan penguatan kerja sama di bidang jaminan produk halal.













