Jakarta — Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa halal memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan rantai pasok halal (halal supply chain), peningkatan kepercayaan pasar, serta pengembangan berbagai sektor industri yang menopang perekonomian Indonesia. Industri halal memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Ia menyampaikan bahwa sektor-sektor rantai pasok halal yang berada di bawah pengawasan dan regulasi jaminan produk halal memberikan kontribusi sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan nilai mencapai sekitar Rp4.900 triliun.
“Kontribusi industri halal terhadap perekonomian nasional sangat besar. 27 persen bagi PDB nasional. Ini menunjukkan bahwa halal bukan hanya urusan sertifikasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” ungkap Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, saat membuka Indonesia Halal Brand & Food (IHBF) Expo 2026 di NICE PIK 2, Banten, Jumat (29/5/2026).
Meski demikian, menurutnya, kontribusi halal terhadap ekonomi sering kali tidak terlihat secara langsung oleh masyarakat, namun dampaknya sangat besar terhadap pergerakan sektor produksi, perdagangan, dan konsumsi nasional.
"Ketika kita menikmati secangkir kopi yang nikmat, yang sering dipuji adalah kopinya. Padahal ada gula yang memberikan kontribusi penting terhadap rasa kopi tersebut. Gula tidak selalu terlihat, tetapi kehadirannya membuat kopi menjadi nikmat. Begitu pula halal. Kontribusinya sangat besar bagi ekonomi dan kehidupan masyarakat, meskipun sering kali tidak terlihat secara langsung," ungkapnya menjelaskan.










